windyway94: (sankyu deeeeesu~)

Dan ternyata sodara-sodara saya (terutama yang sepuh-sepuh) ngeliat saya ini sebagai orang yang serius dan belajarnya 24/7. Iya sih saya suka belajar (and I won't deny the fact that I love learning XD) tapi ya ada istirahatnya juga lah. Bisa gila saya. Mungkin karena SMA aksel itu ya, jadi keliatannya belajaaaaaaar terus. Padahal malesnya juga sering kok haha. Malah karena di SMA belajarnya padet akhirnya malah tau cara nyari celah-celah buat nyantai. Dan itu berguna banget waktu kuliah. Sebagai mahasiswa yang kuliah di jurusan yang (katanya) disebut jadi salah satu yang tersibuk di Indonesia, pinter nyari waktu senggang tapi IP tetep indah rupawan SANGAT AMAT diperlukan. Dan karena saya bukan orang yang suka pergi-pergi (ribet nyiapin ini itunya, selain itu saya sering sakit habis pergi-pergi), solusi paling enak adalah fangirling HAHA. Coping stress dapet, lapar batin terpenuhi, terhindar dari php cowok2 gak jelas, ah indahnya fangirling~ Keep your sanity with fangirling! Ya meskipun pernah dimarahin karena keseringan nonton Arashi sih haha.

windyway94: (sankyu deeeeesu~)
Kamu akan menemukan hal-hal mencengangkan selama perjalanan mencari jati diri.

Sebelumnya aku minta maaf kalo ada yang tersinggung atau sakit hati sama tulisanku. Atau kamu akan ngeliat aku berbeda dari sebelumnya, gapapa, itu hakmu. Aku nggak bisa ngatur pendapat orang lain, dan kamu juga sama. Orang lain cuma bisa berbicara, tapi siapa yang menentukan kamu bakal sakit hati atau nggak itu adalah dirimu sendiri.



Nggak ngerti harus mulai nge-rant dari mana. Mungkin flashback dari 1-2 tahun terakhir? Berarti itu umur 20 taun ya? Oke. Jadi seperti yang kita tau kalo umur 20-an itu termasuk masa kritis sebagai manusia. Apa lagi kalo bukan masalah karir dan nikah khususnya (aku lebih suka nyebutnya 'settle down' biar maknanya lebih luas)? Saudara di kiri dan kanan mulai mencoba 'peduli' dengan bertanya "Udah punya calon? Udah punya pacar? Lho kok belum punya pacar?" Dan jawaban saya? Silakan cari di postingan saya sebelumnya. Teman-teman kuliah mulai berskripsi ria, sidang, wisuda, dan nikah satu per satu. Mereka yang udah punya calon pasangan keliatan bahagia banget di foto nikahan mereka, atau mereka yang udah siap-siap nikah. Aku seneng lihatnya, jujur. Nikahan dan lahiran adalah momen yang membahagiakan meskipun kamu nggak kenal mempelainya.

Tapi yang single gimana?
Berikut ini adalah kutipan chat from a certain group chat.

A: Cie mbak B tinggal menghitung hari
B: Aduh A jangan bahas manten, nanti banyak yang baper
A: Aku aja udah baper kok B.
B: Jangan baper A, sabar... Semua nanti pasti bakal jadi manten kok
C: Satu per satu teman-teman melepas masa lajangnya. Aku kapan ya? Jadi baper deh
D: Hmmm B bikin kita baper
B: Latihan D, sebelum nikah. Lebih baper nanti XD
C: Ya Allah B jahat ngiming-imingi aku
D: Hmm aku sabar aku rapopo T_T
B: Maafin ya C...

Satu kalimat buat si tukang baper: Kamu tega banget. Sebetulnya masih ada chat baper yang lebih lengkap dan panjang dan berulang tapi males ngetik. Lagian isinya juga sama. BAPER.

Yang single baper. Oke kamu boleh baper. Kamu berhak baper, itu manusiawi. Tapi kalo bapernya terus-terusan itu ganggu banget asli. Pikiran-pikiran negatifmu itu ganggu sesama single di sekitarmu. Mereka yang aslinya tenang akhirnya ketularan insecure, thanks to your laments. Ada lagi yang suka pasang status-status baper, quotes, dan kutipan-kutipan ayat Quran dan Hadits soal nikah di berbagai platform media sosial. Sebar kutipan-kutipan tadi sebenernya boleh karena bisa mengedukasi orang lain yang belum tau. Tapi kalo berkali-kali akhirnya misused dan itu sangat menyebalkan dan... menyedihkan. Kayak nunjukin kalo kamu pingin banget nikah (aku nyebutnya "kemrabi"), udah siap nikah, siap menyongsong masa depan yang lebih indah dengan pernikahan. Ditambah berita yang hits baru-baru ini, soal anak ustadz yang nikah muda pake banget. Semakin menjadilah semangat para pejuang baper ini buat nikah secepatnya, secepat kilat. Bayangan indahnya pernikahan kayaknya udah memenuhi pikiranmu siang dan malam. Ya sekarang terserah sih kalo kamu mau nikah muda, kita beda prinsip :)

Kamu boleh baper. Kamu berhak insecure, apalagi kalo kamu cewek. Itu manusiawi. Tapi kalo bapernya terus-terusan itu ganggu banget. Asli. Liat ke dirimu sendiri. Udah siap nikah belum? Nikah itu tanggung jawabnya besar lho. Jangan terbuai sama manis-manisnya aja tapi nggak tau gimana cara ngedapetin dan mertahaninnya. Manusia juga nggak bisa "auto-dewasa" dengan menikah lho.

But there's something strange.

Aku marah dan capek. Aku capek baca keluhan-keluhanmu. Kamu menuh-menuhin timeline dan hapeku dengan keluhan-keluhan yang sama. Kamu yang gampang banget ke-trigger soal pernikahan, kembali baper dan meracuni pikiran orang lain. Mungkin karena prinsipku "Jodoh datang di waktu yang tepat pada orang yang tepat. Jodoh bukan balapan" ya, aku jadi sewot. Tapi aku nggak ketularan baper dan meratapi nasib kejombloan ini.
"Ah mungkin karena aku memang masih suka sendiri."
"Ah mungkin karena aku quirkyalone dan introvert."
"Ah mungkin karena aku masih fokus kuliah sama nyari kerja aja. Nanti juga kepikiran buat nikah kok."
"Ah mungkin karena aku lagi suka banget sama Arashi." --> *suka banget kok terus-terusan XD*
dan sejumlah 'Ah mungkin' lainnya.

Aku nggak ngerti kenapa kamu baper. I don't feel a thing. What the hell was wrong with me? Am I that ignorant to "that" matter? Sampe akhirnya aku browsing tentang "Aromanticism" dan nemuin tes-nya (barangkali mau nyoba XD di sini sama di sini). And I found the missing link.

I show a tendency to be a demiromantic and demisexual. Demiromantik dan demiseksual masuk dalam daerah abu-abu spektrum aromantik dan aseksual. Seorang demiromantik demiseksual bisa nunjukkin indikasi aromantik aseksual, tapi mereka juga bisa menjalin hubungan sama orang lain, dengan syarat utama: harus ada ikatan emosional yang kuat sama orang itu. Cara orang demiromantik demiseksual untuk mendapatkan cinta nggak melulu dari pacaran atau nikah, bisa dari orangtua, bestfriends, saudara, teman kerja, dll. Jadi kalo misalnya kamu suka sama orang yang kebetulan -- atau apesnya -- demiromantik padahal kamu nggak deket, trus kamu nembak, aku jamin hasilnya NO. Sorry. Nggak tau kalo Mas Anang.

That's why I don't understand your insecurities.
Not because I don't care.
Because I can't.
I CAN'T understand your insecurities.
I CAN'T feel your insecurities.

Aku nggak ngerti kenapa kamu perlu baper waktu bahas soal nikah, undangan, akad nikah, atau tunangan.
Aku nggak ngerti kenapa jadi single terlihat seperti kutukan dan nikah adalah satu-satunya cara untuk membangunkanmu dari mimpi buruk.
Aku nggak habis pikir sama orang-orang yang gampang jatuh cinta dan gonta-ganti pacar dalam waktu singkat.
Aku nggak ngerti kenapa kamu hipersensitif soal jodoh.
Aku nggak ngerti kenapa kamu mau cepet-cepet nikah dengan resiko kamu nikah sama orang yang baru kamu kenal.

Aku gak bisa bayangin aku harus habisin sisa hidupku sama orang asing yang tiba-tiba datang dan nyampurin urusan sama prinsip-prinsipku. Kamu pikir kamu siapa?

Tapi sekarang aku ngerti kenapa aku susah banget suka sama orang.
Aku ngerti kenapa temenku bilang kalo aku nggak peka. Sebagai makhluk hidup, aku peka terhadap rangsang tapi aku nggak peka terhadap kode. Aku nggak bereaksi sama flirting-anmu, you have to find my switch first.
Sekarang aku ngerti kenapa aku bisa ngefans sama Arashi tanpa berpikir untuk pacaran atau nikah sama mereka.
Aku ngerti kenapa aku bisa bahagia tanpa pacar, cukup dikelilingi keluarga dan teman-teman terpercaya.
Aku ngerti kenapa kehilangan teman terasa lebih menyakitkan daripada pacar.
Aku ngerti kenapa aku bisa "membuang" masa lalu dan temenan lagi sama mantanku (He's one of my best partners in the world. See you at the top, my buddy!).

Karena aku perlu ikatan emosional yang kuat buat menjalin hubungan, dan aku dapetin itu dari orang-orang kepercayaanku. Aku merasa dicintai dan aku merasa cukup. Aku nggak ngerti apakah nanti bakal nikah sama salah satu dari teman-temanku, tapi yang pasti aku nggak mau menghabiskan sisa hidupku sama orang yang nggak kukenal baik. In my case, I need 1-2 years. Tapi bisa lebih cepet kalo punya kesamaan di beberapa aspek tertentu. Aku setuju soal "nikah dulu baru 'pacaran'" tapi aku nggak setuju sama "coba dulu, siapa tau cocok". Cari partner dunia akhirat kok coba-coba?

Persis sama kata-katanya Mas Sho di Yakai waktu ditanya soal Taichi-kun yang barusan nikah:



Kita se-visi misi, Mas :3

Dan jadi inget katanya Shimada Shinsuke di Himitsu no Arashi-chan, "Relationship starts when the condition is bad". Selama aku masih nyaman sama hidupku sekarang, kayaknya aroma-aroma relationship masih belum tercium tahun ini, tahun depan, atau 3-4 tahun mendatang. Cuma Allah yang tahu.
windyway94: (sakurai to sakura)
Gak usah kakehan takon.
Gausah kebanyakan nanya.
Stop making inquiries.

Ngerti maksude? Sek kurang jelas? Perlu diabang-abang tulisane, opo di-bold pisan a?

Aku percoyo, pertanyaan iku sumber utama pembelajaran. Tutuk pertanyaan iku awake dewe iso entuk ilmu macem2. TAPI, yoopo critane lek seng ditakokno iku masalah pribadi? Opo sesuatu seng guduk urusane wong liyo? Gelem njawab? (Ndy, awakmu kakehan takon iki plis ._.)

Aku yo percoyo lek kabeh seng dilakokno wong iku mesti onok alasane. TAPI lek alasanmu takon iku gara-gara KEPO trus ending-endinge malah maido (opo moro dadi motivator karbitan), ngono iku opo karepe? And brace yourself, mari ngene poso terus riyoyo. Otomatis ketemu wong akeh trus moro lak takon you-know-what lah.

Wes onok calon a Mbak Windy?
Wes duwe pacar a?
Kapan wisuda?
Skripsine sampek endi?
Ndy jerawatmu kok koyok ngono se?
Wes iso sepedahan a?

Biasane gak takreken ngene iki, tapi suwe-suwe yo ngganggu dan nggarai stress iso-iso.
1. Wes onok calon a? Sampun, tapi taksih disimpen kaliyan Gusti Allah.
2. Wes duwe pacar a? Kula mboten pacaran dan mboten tertarik pacaran. NEXT QUESTION: Lho kok gak pacaran? Ngkuk gak entuk jodho lho. NAH IKI! Apa yang kamu lakukan ke saya itu... jahat.
3. Kapan wisuda? Mangke punika skripsinipun sampun mantun.
4. Skripsine sampek endi? JAN PUINGIN TAKJAWAB
SAMPEK ENGTAY. Nggih mangke punika sampun mantun kula kabari.
5.
Ndy jerawatmu kok koyok ngono se? Lek gak ngerti aku sabendinane gausah kakehan komen. Mbokkiro ngilangi jerawat gampang a? Aku duwe gen jerawat tutuk keluargane ibukku maleh perlu perlakuan khusus. PUAS? NEXT QUESTION: Awakmu nggawe obat opo se? Nggawe krim bla bla bla iki lho cek ndang waras. Opo nggawe bla bla bla.... . BAH urusanku kate nggawe treatment opo. Dikiro aku gak survei ngono? Dikiro aku yo gak pingin waras ngono? Saiki jerawatku wes waras. Kok moro meneng. (Koyoke adekku seng bakal diserang taun iki)
6. Wes iso sepedahan a? Saged, tapi taksih mengumpulkan keberanian. Lek gak tau duwe fobia opo gak tau marasno fobia gausah mekso-mekso. Bapak Ibukku seng bendino ketemu aku ae gak mekso (support alus dan rodok pasif agresif se sakjane).

Ngerti opo seng takrasakno? Jembek. Sakjembek-jembeke. Wes gak jembek-jembekan. Jembek temenan.

Aku yo seneng takon, tapi lek wes nyangkut masalah pribadi opo privasi yo takempet sakisoku. Dadi lek misale onok pertanyaanku seng ofensif, sepurane seng uakeh yo. Kadang aku mikir yoopo keadaan psikologis wong-wong seng ditakoni pertanyaan ofensif dan sensitif, misal "Kapan nikah?" dan dijawab mbek mesem. Awake dewe gak tau ngerti opo seng kesimpen ndek walike senyuman simpul mbek jawaban singkate. Sopo seng ngerti wong iku sakjane wes merencanakan kabeh masa depane moro-moro ditinggal calon bojone? Opo ancen sek gurung ketemu jodhone? Trus wong liyo sakpenake nge-judge macem-macem. Aku se gurung tau ditakoni ngene, tapi yo pegel ae lek misale onok wong koyok ngono. Mestine lak didungakno seng apik. Gak malah memeti mbek dadi hakim-motivator karbitan.

Kapan nikah? Nanti kalo sudah ijab qabul. Iki jawaban pualing enak, pualing netral.

So, mind your own business. Gak melok ngrumat gausah kakehan komen, gausah. kakehan. takon. :)

Profile

windyway94: (Default)
windyway94

June 2017

S M T W T F S
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Syndicate

RSS Atom

Most Popular Tags

Style Credit

Expand Cut Tags

No cut tags
Page generated 23 Sep 2017 05:44 am
Powered by Dreamwidth Studios